Nasehat Ke Tujuh “KEMULIAAN MENJADI PENGHUNI MADRASAH DASAR”

Naseat2 Rasulullah saw - oleh Abdullah Azzam7

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.”
(Qs. As Sajadah [32] : 24)

KEMULIAAN MENJADI PENGHUNI MADRASAH DASAR

            Saudaraku, jika anda bersabar dalam menghadapi masa-masa yang sulit dan penuh kengerian, jika anda dapat bertahan di atas kebenaran, menghadapai ujian demi ujian, sungguh itu saja suatu kemuliaan. Sebab dengan begitu, anda telah menjadi alumnus Madrasah yang telah mendidik dan mencetak tokoh-tokoh dengan tarbiyah khusus sehingga tatkala mereka telah lulus darinya, mereka telah menjadi emas murni tanpa campuran. Jiwa mereka menjadi jernih, hati mereka menjadi bening, dosa-dosa mereka telah berguguran, dan taubat mereka relah diterima. Mereka khusyu’, tunduk, dan berserah diri kepada Rabb mereka. Mereka bertawakkal kepada-Nya dengan sebenar-benar tawakkal dan mereka kibaskan tangan mereka terhadap selain-Nya.

Barang siapa telah berhasil lulus dari Madrasah Ibtilla’ ini, niscaya akan menjadi salah seorang imam dalam dien dan pemimpin yang membawa petunjuk.

“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (Qs. As Sajadah [32] : 24)

Dari Madrasah Dasar ini telah lulus Ammar bin Yasir, Billal bin Rabah, Shuhaib, Khabbab bin Arat, Khubaib bin Adiy, dan sahabat-sahabat yang lainnya.

Dari Madrasah ini pula telah lulus Sa’ad bin Jubair, Malik bin Anas, Abu Hanifah, dan seorang murid terhebat pula di Madrasah ini, Imam Ahmad bin Hambal.

Dari Madrasah ini pulalah Ibnul Taimiyah, Ibnul Qoyyim, as-Sarakhsiy, dan para ulama alimin mujahidin fi sabilillah berasal.

Maka, manjadi salah satu alumnus Madrasah megah ini merupakan suatu kebanggaan bagi anda, wahai saudaraku. Madrasah yang pelopornya dan gurunya yang pertama adalah Rasulullah saw. beliau yang telah bersabda “Aku sudah dianiaya di jalan Allah ketika belum seorang pun dianiaya.”[1]

* * *

FOOT NOTE :

[1]   Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi 2472, Ibnu Majah 151, dan musnad 3/120, 286 dari Anas bin Malik lafazh at-Tirmidzi adalah “Aku telah ditakut-takuti di jalan Allah sebelum ada yang ditakut-takuti. Aku telah dianiaya di jalan Allah sebelum ada yang dianiaya.” Hadits ini juga dinyatakan Sahih oleh Syeikh al-Albani.

* * *

@jordibudiyono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s