Nasehat Ke Sebelas “YANG KITA HARAPKAN ‘AZZAM YANG MENYELURUH”

Naseat2 Rasulullah saw - oleh Abdullah Azzam11

“Dalam ilmu anda akan mendapatinya bersama ahlinya. Dalam jihad anda akan mendapatinya bersama ahlinya. Dalam shalat anda akan menjumpainya bersama orang-orang yang khusyu’. Dalam dzikir anda akan menyaksikannya bersama ahli dzikir. Dalam kebajikan dan manfaat anda akan melihatnya bersama orang-orang yang penuh kebajikan.”

YANG KITA HARAPKAN ‘AZAM YANG MENYELURUH

            Sesungguhnya, ‘azam yang kami harapakan muncul dari kalian adalah ‘azam dalam ilmu dan amal, ‘azam dalam dakwah dan jihad, ‘azam dalam iman dan yakin, ‘azam dalam sabar dan ridha, ‘azam dalam hisbah (menyerukan) kebenaran, serta ‘azam dalam memperbaiki diri dan mamberi petunjuk kepada semua makhluk.

          Kami tidak mengharapkan ‘azam yang cuma sepotong, sebatas satu bidang tertentu saja. Kami menginginkan orang-orang yang memiliki himmah yang tinggi dalam berbagai medan amal Islam, bukan satu bidang saja. Kami hanya menginginkan ‘azam yang utuh dan menyeluruh.

          Tentang ini, saya tidak mendapati kalimat yang lebih baik daripada kalimat Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Thariqul Hijratain wa Babus Sa’adatain, Di antara mereka ada orang yang melewati semua celah, berjalan menuju Allah dari berbagai lembah, dan samapai kesana dari berbagai jalan. Orang ini menjadikan tanggung jawab ubudiyyah sebagai kiblat gerakan hati dan sasaran pandangan matanya. Ia menjadi makmum dan berjalan di belakang ubudiyyahnya, kemana pun ia pergi. Ia memiliki saham di semua bagian, di mana ada ubudiyyah di sana ia ada. Dalam ilmu anda akan mendapatinya bersama ahlinya, dalam jihad anda akan mendapatinya bersama ahlinya. Dalam shalat anda akan menjumpainya bersama orang-orang yang khusyu’. Dalam dzikir anda akan menyaksikannya bersama ahli dzikir. Dalam kebajikan dan manfaat anda akan melihatnya bersama orang-orang yang penuh kebajikan. Ia benar-benar memegang erat ubudiyyah bagaimana pun pilar-pilar ubudiyyah itu adanya. Ia menghadap kepadanya di mana pun bagian-bagian ubudiyyah itu berada. Jika ada yang bertanya, Amal jenis apakah yang kamu inginkan? ia akan menjawab, Aku ingin menunaikan perintah-perintah Rabbku, bagaimanapun dan dimana pun. Aku ingin apapun tuntutannya. Aku ingin entah aku akan dikumpulkan atau di cerai-beraikan. Aku hanya ingin menunaikannya, melaksanakannya, dan mawas diri di dalamnya. Aku ingin mengahadapkan ruh, qalbu, dan badanku. Aku ingin menyerahkan perniagaanku kepada-Nya demi menunggu harga yang akan dibayarkan.

          “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka…” (Qs. At-Taubah [9] : 111)[1]

* * *

FOOT NOTE :

[1]  Thariqul Hijratain wa Babus Sa’adatain, Ibnul Qayyim hal.179. mathba’ah Salafiyyah 1375 H.

* * *

@jordibudiyono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s