Nasehat Ke Dua Belas “KATAKAN KEPADA ORANG-ORANG MUNAFIQ”

Naseat2 Rasulullah saw - oleh Abdullah Azzam12

“Khilafah Islamiyyah (Pemerintahan Islam) akan kembali meskipun seberat atau sebesar apapun tantangannya. Katakan bahwa tegaknya Khilafah Islamiyyah (Pemerintahan Islam) adalah perkara yang tidak dapat diragukan lagi, meski itu memakan waktu. Sesungguhnya pertolongan Allah pasti tiba.”

KATAKAN KEPADA ORANG-ORANG MUNAFIK!

Orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit akan berkata, Apakah kalian mengira bahwa keinginan kalian akan terwujud? Apakah kalian akan mengira bahwa khilafah Islamiyah (pemerintahan Islam) akan tegak kambali? Tidak mungkin, MUSTAHIL! Hal itu lebih mendekati khayalan daripada kenyataan! Apakah Amerika (USA), Rusia, Eropa, dan Israel akan membiarkannya? Sedangkan mereka adalah musuh yang paling getol menyerang Islam dan Negara Islam!

Mereka akan menambahkan Hanyasanya kalian mengusahakan fatamorgana! Kalian tertipu oleh dien kalian.

Jika mereka telah mengatakan hal itu, ingatlah Firman Allah azza wa jalla: (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya. (Allah berfirman): Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Qs. Al-Anfal [8] : 49)

Katakan kepada mereka, “Khilafah Islamiyyah (Pemerintahan Islam) akan kembali meskipun seberat atau sebesar apapun tantangannya. Katakan bahwa tegaknya Khilafah Islamiyyah (Pemerintahan Islam) adalah perkara yang tidak dapat diragukan lagi, meski itu memakan waktu. Sesungguhnya pertolongan Allah pasti tiba.

Katakan kepada mereka, Allah benar-benar akan menaklukan Roma bagi kam muslimin sebagaimana dijanjikan oleh Rasulullah s.a.w. dalam sebuah hadits yang sahih[1] seperti halnya konstantinopel pernah ditaklukan.

Katakan bahwa Harapan kami dari pertolongan Allah lebih jauh lagi. Kami ingin Allah menaklukan Kremnil dan Gedung Putih. Sebab bersama kami ada janji-Nya!

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (Qs. An-Nur [24] : 55)

Kapan itu akan terwujud? Itu bukan urusan kami. Pun Allah tidak membebani kami dengan hal itu. Allah hanya membebani kami dengan mengamalkan dien, membela syariat, menghabiskan seluruh waktu untuk itu, dan mengerahkan segenap kemampuan. Sedangkan perkara hasil, itu terserah kepada Allah ‘azza wa jalla.

            Tugasmu adalah menabur benih bukan menuai hasil dan Allah adalah sebaik-sebaik Penolong bagi orang-orang yang berusaha

Katakan kepada mereka kata-kata Ya’qub a.s. setelah ia kehilangan anaknya; Yusuf dan Bunyamin, Dan ketika rombongan telah sampai kepadanya (Ya’qub) berkatalah ia (Ya’qub) kepada mereka sesungguhnya aku telah menemukan Yusuf (Qs. Yusuf [12] : 94)

Katakan kepada mereka, Meski beban dan ujian berat menerpa, namun sesungguhnya kami dapat merasakan bahwa kemenangan, pertolongan, kejayaan, dan hawa kembalinya khilafah Islamiyyah (pemerintahan Islam), jika kalian tidak menyembunyikannya!

Banyak orang akan berkata, Kalian masih saja dalam kesesatan kalian yang dulu-dulu.

Sungguh, kepada para sahabat sepulang mereka dari perang Uhud orang-orang munafik berkata, Kembalilah kepada agama nenek moyang kalian!

Kalimat-kalimat ini senantiasa akan diucapkan oleh orang-orang munafik kepada ahlul iman (orang mukmin) kapanpun di manapun saat para aktivis Islam ditimpa musibah atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau saat mereka ditangkap atau dipenjara, disiksa, dibunuh, atau dianiaya, Sudahlah, tinggalkanlah idealisme kalian!

Kembalilah! Sesungguhnya agama inilah yang menyebabkan kalian merasakan musibah ini. Agama ini pulalah yang mempus masa depan kalian, melemparkan kalian dalam gelapnya rumah tahanan, dan mengasingkan kalian di semua negeri ini. Tinggalkanlah yang telah mendatangkan musibah ini! Raihlah keselamatan dan kebahagiaan.

Jika mereka mengatakan itu, katakan kepada mereka:

“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” (Qs. Al-Hajj [22] : 38)

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” (Qs. Al-Hajj [20] : 40)

“Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami” (Qs. Ibrahim [14] : 12)

“Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar kepada Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali padanya, kecuali jika Allah, Rabb kami menghendakinya. Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (Qs. Al-A’raf [7] : 89)

Orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit akan mengulang kata-kata orang-orang munafik tentang ashhaburajji (orang-orang yang kembali pulang, tidak berperang) yang dikhianatai oleh orang-orang musyrik yang membunuh mereka semuanya.

Hari itu orang-orang munafik berkata, Celakalah mereka, orang-orang yang sesat, orang-orang yang binasa dengan cara seperti itu! Mereka tiada berkumpul bersama mereka, tidak juga menunaikan risalah sahabatnya (Rasulullah s.a.w.)[2]

Kalimat seperti ini akan dilontarakn kepada kalian manakala ada sebagian ikhwah yang terbunuh, dipenjara, atau diusir. Saat itu orang-orang yang hatinya berpenyakit akan berkata, Mereka itu tiada duduk dan selamat, tiada pula mampu menghilangkan dari kenistaan.

Mereka akan berkata lagi, Mereka itu tiada duduk dan selamat, memperhatikan masa depan dan kelayakan hidup mereka, tiada pula menegakkan Khilafah Islamiyyah (pemerintahan islam)

Jika kalian mendengar ungkapan ini, ingatlah bahwa Al-Qur’an telah mengungkapkan tentang orang yang mengatakannya: “Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.” (Qs. Al-Baqarah [2] : 204)

Deskripsi Al-Qur’an ini tidak hanya berlaku untuk orang yang telah mengatakannya pada zaman Nabi saja, tetapi juga berlaku bagi semua pengikutnya dan orang yang mengucapkan kata-katanya sepanjang zaman, di manapun mereka berada.

Jika kalian mendengar ucapan itu, dikatakan kepada mereka, Tujuan kami adalah menegakkan dien. Menegakkan daulah adalah wasilah (perantara) dari sekian wasilah untuk menegakkan dien dan mewujudkan tegaknya dien itu. Tidak mungkin kami mengorbankan tujuan utama demi mendapatkan wasilahnya.

Khadijah binti Khuwailid r.a. pernah menghibur Rasulullah s.a.w. “Bergembiralah, demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya.”[3]

Kami sampaikan kepada seluruh aktivis Islam yang mengikhlaskan amalnya kepada Allah, Selama kalian berada di atas kebenaran, bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan kalian selamanya! Yang kalian lakukan adalah menjalin silaturahim, membela syariat, memperjuangkan kemuliaan, memerangi kejahatan, berdakwah ilallah (kejalan Allah) dengan bashirah (mata hati), beramar makruf nahi munkar, melaksanakan qiyamullail, mengerjakan shiyam sunnah, dst.

Jika kalian mendengar ucapan-ucapan di atas ingatlah nenek moyang orang-orang munafik itu. Allah berfirman, “Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah: “Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.” Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezki.” (Qs. Ali-‘Imran [3] : 168-169)

Dan dikatakan kepada mereka,Sesungguhnya Waraqah bin Naufal, seorang yang telah lanjut usia, pernah melewati Billal bin Rabah saat mereka menyiksanya. Saat Billal terus mengulang-ulang kalimat ‘Ahad… Ahad…’ Dengan keteguhan gunung-gemunung, Waraqah berkata, ‘Ahad…Ahad… Demi Allah, bertabahlah wahai Billal! Sungguh jika kalian membunuhnya sementara ia mengucapkan kaliamat itu, aku bersumpah akan menjadikannya menjadi orang yang paling aku rindukan.‘”[4]

Perhatikanlah pemahaman yang mendalam ini. Pemahaman terhadap islam dari seorang yang telah renta dan hanya mendapatkan sedikit saja ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi s.a.w. sebelum akhirnya ia menemui ajal. Adalah bening hati, ikhlas dengan kemurniannya dari hawa nafsu dan kemunafikan ada pada dirinya.

* * *

FOOT NOTE :

[1]  Maksudnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam Musnad 2/176 yang disahihkan oleh Syeikh Ahmad Syakir dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash r.a. katanya, “Ketika kami berada di sekeliling Rasulullah saw. dan asyik menulis , tiba-tiba beliau ditanya, ‘kota manakah yang akan ditaklukan terlebih dahulu Konstantinopel ataukah Roma?’ Beliau menjawab, ‘Kotanya Heraclius akan ditaklukan lebih dulu.’ Yaitu Konstantinopel.

[2]  Diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam dalam as-Siratun Nabawiyyah vol. II/174 dari Ishaq dari Ibnu ‘Abbas

[3]  Diriwayatkan oleh al-Bukhari 1/21, Muslim 2/200, Ahmad 6/233 dari ‘Aisyah

[4]  Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dalam Sirah Ibnu Hisyam vol. 1/318.

* * *

@jordibudiyono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s