Nasehat Ke Tiga Belas “KAMI MENUNGGU KEDATANGAN KALIAN UNTUK MENOLONG ISLAM”

Naseat2 Rasulullah saw - oleh Abdullah Azzam13

“Kami ingin walau sesaat sebelum kami di jemput maut-mata kami dapat merasakan sejuknya menyaksikan Khalifah Islamiyah, menyaksikan panji-panjinya berkibar di Timur dan Barat, menyaksikan payungnya yang teduh memenuhi dunia dengan keadilan, kebenaran, cahaya, dan petunjuk, kami ingin hari ini saat Khalifah memandang awan lalu berkata,‘Wahai awan pergilah ke timur atau ke barat, kamu pasti akan menjumpaiku disana.”

KAMI MENUNGGU KEDATANGAN KALIAN UNTUK MENOLONG ISLAM

Sekarang ini, kami semua sedang menunggu-nunggu datangnya hari para aktivis Islam, khususnya para pemuda, datang bersemangat memperjuangkan Islam dan kaum muslimin. Kami menunggu-nunggu hari semacam hari Abu Bakar saat terjadi murtad massal, semacam hari Khalid saat perang Yarmuk, semacam hari Sa’ad saat perang Qadisiyah, semacam hari Shalahuddin saat perang Hithin, semacam hari Qathaz saat perang ‘Ain Jalut, semacam hari Muhammad al-Fatih saat penakhlukan Konstantinopel.

Kami ingin walau sesaat sebelum kami dijemput maut-mata kami dapat merasakan sejuknya menyaksikan panji-panjinya berkibar di timur dan barat, menyaksikan payungnya yang teduh memenuhi dunia dengan keadilan, kebenaran, cahaya, dan petunjuk. Kami ingin hari ini saat Khalifah memandang awan lalu berkata,Wahai awan, pergilah ke timur atau ke barat, kamu pasti akan manjumapiku di sana.

               Kami tunggu saat kata-kata itu nyata adanya. Saat kekuasaan Islam sampai ke Timur dan Barat, sampai ke pelosok negeri. Saat kekuasaan Khalifah memenuhi setiap jengkal bumi ini dengan kebaikan, hidayah, dan cahaya.

Kami benar-benar merindukan suatu hari saat Allah menaklukan Roma ibu bagi kaum muslimin, hal mana Rasulullah saw. telah mengabarkan bahwa kota ini akan ditaklukan setelah di taklukannya Konstantinopel.[1]

Konstantinopel atau Istambul[2] telah takhluk ditangan Sultan Muhammad al-Fatih. Beliau berhak menyandang pujian Nabi dalam hadits yang terkenal:

“Konstantinopel benar-benar akan ditaklukan. Panglima perangnya adalah sebaik-baik panglima, dan pasukannya pun sebaik-baik pasukan.”[3]

                 Saat itu Sultan al-Fatih telah bersaip-siap untuk menaklukan Roma. Dan Eropa pun diliputi kegelisahan, ketakutan, dan kengerian. Hanya saja, ajal menjemput sang Sultan sebelum proyek agung ini terealisir.

Bukti bahwa Eropa diliputi kegelisahan dan kengerian adalah bahwa gereja-gereja di Eropa pada umumnya dan Roma pada khususnya terus menerus membunyikan loncengnya selama tiga hari berturut-turut sebagai tanda duka cita menyambut kematian Sultan muslim yang agnung itu.

Kami menunggu hari-hari itu dengan sangat cemas dan gelisah

Sesungguhnya kemenangan Islam adalah harapan tertinggi yang menjadi cita-cita seseorang, supaya matanya menjadi sejuk di dunia karenanya

Hari ini kita merasakan bahwa bukanlah istri shalihah yang dimaksud dengan kebaikan di dunia yang terdapat di dalam firmannya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.” (Qs.Al-Baqarah [2] : 201)

                 Bahwasanya itu adalah kemenangan Islam dan dien ini -sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama-Sungguh kebaikan yang tak tertandingi. Kebaikan yang menepis segala kelesuan, kegundahan, dan kesedihan, mesti salah seorang dari kita mesti kehilangan keluarga, anak, harta, atau kedudukan.

Kami benar-benar merindukan hari-hari semisal hari kala Allah memenangkan dien-Nya, memuliakan wali-wali-Nya, dan hizb-Nya melebihi kerinduan kami kepada istri-istri kami, anak-anak kami, bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, hal mana kami sudah tidak berjumpa dengan mereka selama bertahun-tahun.

Kami benar-benar merindu sejuknya mata kami oleh hari semacam hari‘Uqobah bin Nafi’, saat ia tegak di atas pelana kudanya menceburkan kudanya di tepian Samudera atlantik seraya berkata,Demi Allah sekiranya aku tahu bahwa diseberang sana ada daratan, niscaya aku akan disana di jalan Allah!

Lalu ia menatap langit seraya berkata,Wahai Rabbku, jikalau bukan karena lautan ini, niscaya aku akan ke seberang sebagai mujahid di jalan-Mu

Kami benar-benar menunggu hari itu.
Adakah kalian memenuhinya?
Adakah kalian mengabulkannya?

* * *

FOOT NOTE :

[1]  Maksudnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam Musnad 2/176 yang disahihkan oleh Syeikh Ahmad Syakir dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash r.a. katanya, “Ketika kami berada di sekeliling Rasulullah saw. dan asyik menulis , tiba-tiba beliau ditanya, ‘kota manakah yang akan ditaklukan terlebih dahulu Konstantinopel ataukah Roma?’ Beliau menjawab, ‘Kotanya Heraclius akan ditaklukan lebih dulu.’ Yaitu Konstantinopel.

[2]  Nama asli kota ini istambul, satu kata dalam bahasa Turki yang berarti Negeri Islam. Yang memberi nama tersebut Sultan Muhammad al-Fatih. Kota ini pernah menjadi kota Khailafah ‘Utsmaniah dan ‘monumen’ kemenangan ummat Islam. Namun Ataturk (semoga Allah melaknatnya) menjadikan Ankara sebagai ibukota Turki, menggantikan Istambul. Itu sebagai simbol dibangunnya sekularisme. Ataturk meninggalkan manhaj para pendahulunya semisal Muhammad al-Fatih. Ini selain berbagai upaya memerangi Islam.

[3]  Diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya 4/335 dari Bisyr bin Sahim Al-Khats’amiy r.a.

* * *

@jordibudiyono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s