Nasehat Ke Sembilan Belas “KEMAKSIATAN BERPENGARUH KEPADA EKSISTENSI JAMA’AH”

Naseat2 Rasulullah saw - oleh Abdullah Azzam19

“Takutlah kalian kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim diantara kalian saja.”
(Qs. Al-Anfal [8] : 25)

KEMAKSIATAN BERPENGARUH PADA EKSISTENSI JAMA’AH

            Terkadang kemaksiatan seseorang atau sekelompok ikhwah bias mengakibatkan seluruh bagian dari jama’ah akan merasa pengaruh buruknya, atau menjadi sebab hadirnya ujian yang sangat berat. Khususnya jika kemaksiatan itu berupa dosa besar atau dilakukan oleh jajaran qiyadah (pimpinan) atau belum benar-benar diingkari secara syar’i oleh jama’ah, atau taubatnya belum sungguh-sungguh.

Benarlah Allah yang telah berfirman:

“Takutlah kalian kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang dzalim diantara kalian saja.” (Qs. Al-Anfal [8] : 25)

 Kalau kita perhatikan perang Uhud misalnya, kita akan mendapati bahwa sebab kekalahan kaum muslimin disana adalah implikasi dari kemaksitan yang dilakukan oleh sebagian pasukan pemanah. Jumlah mereka tidak lebih dari 4% dari seluruh pasukan kaum muslimin dalam perang itu. Apa hasil dari kemaksiatan itu? 70 orang sahabat Rasulullah saw. terbunuh, perut mereka dicabik-cabik, telinga dan hidung mereka diiris-iris, Rasulullah saw. terluka, wajah mulianya luka, gigi depannya pecah. Itupun Allah memaafkan mereka sebagaimana tertera di dalam Al-Qur’an.

“Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa’at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah mema’afkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.” (Qs. Ali-‘Imran [3] : 152)

Seorang pernah bertanya kepada Hasan Al-Basri, Bagaimana bisa Allah telah memaafkan mereka sedang tujuh puluh orang dari mereka terbunuh?Kalau seandainya Allah tidak memaafkan mereka, niscaya mereka tertumpas habis.

Itu semua merupakan implikasi dan akibat buruk dari kemaksiatan. Al-Qur’an menjelaskan.

“Ketika musibah itu menimpamu (di perang Uhud), sebetulnya kamu telah menimpakan dua kali kesalahan kepada musuhmu, kamu masih bertanya “Darimana musibah itu?” Katakanlah: “Musibah itu datang dari dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Qs. Ali-‘Imran [3] : 165)

Hal itu juga nampak jelas dalam perang Hunain, pada awal-awal peperangan kaum muslimin sempat kocar-kacir akibat segelintir orang yang ‘ujub (bangga diri) dan lupa bahwa kemenangan itu semuanya dari Allah saja. Padahal mereka itu termasuk at-Thulaqa’ (orang-orang yang baru saja masuk Islam.)

Mereka mengatakan, Hari ini tidak mungkin kita akan kalah karena jumlah yang sedikit.

Buahnya juga dijelaskan oleh Al-Qur’an:

“… Dan (ingatlah) peperangan Hunain, ketika kamu bangga dengan jumlahmu yang besar tetapi hal itu tidak dapat menolongmu, bumi yang luas tersa sempit olehmu, kemudian kamu lari bercerai-berai.” (Qs. At-Taubah [9] : 25)

Saudaraku untuk itu hendaknya anda benar-benar merenungkan penggalan, “bumi yang luas tersa sempit olehmu, kemudian kamu lari bercerai-berai.”(Qs. At-Taubah [9] : 25) dari sini saya sampaikan, sebuah jama’ah yang ingin eksis di muka bumi hendaklah memberikan perhatian yang penuh terhadap urusan mencegah kemungkaran yang ada di dalam tubuh jama’ah, melebihi perhatiannya terhadap urusan mencegah kemungkaran yang ada di masyarakat tempat jama’ah ini berada. Sungguh jika sebuah jama’ah telah sukses untuk menyelesaikan yang pertama, niscaya ia akan lebih sukses lagi untuk menyelesaikan yang kedua. Dan saya tegaskan, sekali-kali sebuah jama’ah tidak akan sukses untuk menyelesaikan yang kedua kecuali jika telah sukses menyelesaikan yang pertama.

Sebelum saya mengakhiri pembicaraan saya tentang kemaksiatan ini, saya ingin mengingatkan adanya satu masalah yang sangat penting; saya maksudkan pembicaraan saya dimuka untuk kemaksiatan lahir saja, namun saya maksudkan juga untuk yang batin. Apalagi untuk yang terakhir ini seperti riya’, ujub, iri, cinta kekuasaan dan sombong, bisa jadi jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan kemaksiatan lahir. Kemaksiatan batin itu ibarat kankeryang cepat sekali menjalar keseluruh tubuh dan merusak tanpa sepengetahuan si penderita dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Penderita tidak merasakan sakit dan tidak mengeluhkannya. Ia baru mengetahuinya ketika penyakit itu telah menahun, kronis,  dan dokter sudah angkat tangan, dan obat sudah tidak bermanfaat lagi.

Bukankah kekalahan yang diderita kaum muslimin diawal-awal peperangan Hunain hanya disebabkan oleh satu dosa batin saja yaitu ‘ujub (bangga diri)?

Bagi kebanyakan orang mendetaksi penyakit-penyakit batin ini bukanlah pekerjaan yang gampang. Hanya orang-orang yang ahli saja yang mampu melakukannya. Jika demikian adanya, lalu bagaimana dengan mengobatinya?

Hendaknya sebuah jama’ah mewaspadai segala bentuk kemaksiatan. Kepada para leader, hendaknya mereka selalu membersihkan hati masing-masing dan berusaha untuk membersihkan hati saudara-saudara mereka, juga tentara-tentara mereka dengan berbagai macam sarana yang disyari’atkan Islam dan dijabarkan dalam lembaran-lembaran buku yang lain. Mereka hendaknya mengerti bahwa usaha preventif itu lebih baik dari pada akuratif, bahwa satu dirham untuk menjaga lebih baik daripada satu qirath untuk mengobati.

Bentuk usaha penyembuhan dan penjagaan dari semua penyakit ini adalah hendaknya mereka menjadi orang-orang yang taat kepada Allah dan senantiasa membersihkan hati serta anggota badannya dari kotoran syubhat dan dosa-dosa kecil (apalagi dosa-dosa besar), baik yang lahir maupun yang batin.

Sesungguhnya manusia itu akan meniru para penguasa, mengikuti para pemimpin.

Wallahu a’lam.

* * *

@jordibudiyono

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s