Tetap Melangkah.. Meski Lelah.. Fii Sabilillah.. – Jordi Budiyono

Tetap Melangkah Meski Lelah Fi Sabilillah

Tetap Melangkah.. Meski Lelah.. Fii Sabilillah..

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga do’a dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

Amma ba’du..

Sebelum saya memulai tulisan ini saya memohon maaf yang sebesarnya kepada diri saya pribadi karena penyelewengan sites ini yang semulanya saya telah ber‘azzam untuk tidak menulis mengenai diri pribadi saya, melainkan hanya artikel yang lebih banyak mendatangkan manfaat. Namun entah bagaimana jasad dan hati saya seakan memerintah untuk menulis beberapa peristiwa terpenting dalam perjalanan hidup saya. Saya tidak merekomendasikan untuk membaca ini. Karena hal ini lebih banyak mengandung ra’yu yang dikeluarkan oleh ilmu saya yang amat sangat dangkal (semoga Allah memahamkan kita sekalian tentang perkara dien yang mulia ini). Saya juga berdo’a kepada Allah semoga saya dan ikhwah-fillah dimanapun berada selalu diberikan-Nya kita taufik, hidayah dan pertolongan-Nya dalam mengemban amanat dien yang agung ini.

Sabtu, 05 Maret 2016 M / 25 Jumadil Awal 1437 H telah terjadi sebuah momentum besar bagi perjalanan hidup saya…

Disebuah rumah sederhana atau boleh saya sebut “Darul Ilmi” tempat yang dipenuhi dengan ilmu, yang disana juga telah berkumpul beberapa pemuda ditengah ramainya berbagai harakah islamiyah (jama’atul minal muslimin) hari ini yang menyatakan diri mereka bahwa merekalah yang paling benar manhajnya, merekalah yang paling sesuai dengan manhaj ahlus-sunnah wal jama’ah (saya tidak memberikan judge kepada kelompok tertentu) karena saya juga sebelum ini berangkat dari sumber yang serupa.

Semenjak dunia mulai menjajah qalbu..

Sudah lama tak kurasakan semangat mencari ilmu yang begitu terasa memenuhi qalbu yang dengannya semangat itu seakan memerintah setiap persendian tubuh untuk bergerak, kaki untuk melangkah dengan penuh keikhlasan, mata dibuatnya terjaga, telinga kemudian terasa begitu lebar dan tanganpun bergerak mengikat ilmu yang agung itu.

Juga sudah lama tak kurasakan majelis yang benar-benar terasa disana hadir malaikat-malaikat mulia yang melebarkan sayapnya untuk menaungi majelis ilmu, kemudian ikan-ikan di seluruh penjuru samudera lautan memohonkan ampunan atas orang-orang yang hadir di majelis ilmu yang mulia itu..

Betapa seringnya menghadiri majelis ilmu, namun tak ku jumpai hembusan angin kekhusyuan, kententraman, ketawadhluan atas ilmu yang disampaikan..

Masa-masa yang begitu ku rindukan, yang sempat hilang dan tak terasa kepergiannya.. Kini telah kembali dengan segala kekayaannya setelah sebelumnya sempat terasa kegersangan pada suatu majelis ilmu..

Awal kegersangan itu hadir, hati dan fikiran berkata,

“Ada apa gerangan majelis yang dihadiri para Malaikat ini tak terasa lagi kehadiran mereka?!
Mengapa ilmu tak lagi terasa semanis ilmu?!
Kalamullah tak lagi meninggalkan bekas di dalam dada?!
Hadits tak lebih dari sekedar perkataan Muhammad bin Abdullah
Kemana engkau pergi duhai RUH Tarbiyah?!”

Kemudian kegersangan itu terus-menerus merebak dari jiwa yang satu kepada jiwa-jiwa yang lain hingga terkumpullah jiwa-jiwa tersebut dalam satu wadah, wadah mereka yang rindu akan Ruh Tarbiyah, mereka yang rindu akan Ruhul Islam serta Iman.

Biarkan hanya aku yang mengerti..

Jangan tanyakan apa maksudnya..

Masalah yang sudah terlanjur complicated..

Hingga datang hari ini (05.03.16/25.05.37) hari Allah mengijabah doa-doa, hari kesabaran berbuah huda, hari dimana ilmu kembali menjadi terasa manis, saat air benar-benar terasa membasahi kerongkongan, tirai besar perlahan mulai tersingkap, kabut mulai memudar, cahaya menyinari bumi, hujan rahmat ikut serta membasahinya dan hati yang mulai mengkristal itu berhasil membebaskan diri.. akhirnya jiwa yang berkumpul saling menasihati atas seizin Rabbnya.

Hari ini pula melalui lisan seorang Da’i telah keluar sebuah nasihat yang membebaskan diri dari berbagai sekte-sekte ashobiyah, bendera-bendera kebanggan yang akhirnya pun berakhir sebagai selembar kain yang akan usang juga, baju-baju yang akhirnya harus dicuci juga.. tak peduli apa benderanya, tak peduli juga apa bajunya.. sekarang tugas kita adalah belajar, memperbaiki yang rusak, meluruskan yang bengkok, kembali kepada masa jayanya orang-orang yang paling berjaya..

Sang Da’i juga berkata, “Jangan terburu-buru mengambil tindakan harus berada di bawah bendera yang ini atau yang ini atau yang itu..”

Da’i yang lain menyampaikan, “Jangan pergi kemana-mana tetap duduk dibangku seorang pelajar! sampai saatnya tiba, persiapan telah matang barulah bergerak ke tahap yang selanjutnya.”

Da’i yang lainnya lagi berkata, “Jangan terus-menerus bernostalgia.., dahulu kami adalah pahlawan, dahulu kami adalah pelopor dalam perjuangan, dahulu kami berjaya di tanah ini, dahlu kami.. dahulu.. dan dahulu..”

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, kami memujinya dengan segala keagungan-Nya yang telah memberikan huda kepada hambanya yang sebelumnya hina dina jika tanpa kekuatan-Nya.

Yaa Rabbi, isitqomahkanlah kami dalam iman, kuatkan pijakan kami di atas dien-Mu yang dengannya Engkau muliakan orang-orang yang beriman, yang dengannya engkau angkat derajat hamba-hambamu yang sabar, faqihkanlah kami atas dien ini, dien yang menyelamatkan Ibrahim ‘alaihissalam ketika kobaran api siap melahap tubuhya namun Engkau jadikan api itu bagaikan es yang dingin, dien yang telah menyelamatkan Musa ‘alaihissalam yang telah buntu dalam perjalanannya saat dikejar fir’aun pada zamannya, namun Engkau bukakan jalan di atas laut-Mu, dien yang juga dengannya telah membuat pipi dan betis Nabi Shalallahu’alaihi wassalam yang mulia terluka, sehingga datang malaikat-Mu menawarkan sebuah bukit untuk ditimpakan kepada orang-orang yang menyakiti Rasul-Mu, namun beliau Shalallahu’alaihi wassalam menolaknya seraya memohonkan doa kepada mereka. Faqihkanlah kami ya Rabbi.. dengan dien itu pula kami mendapatkan iman, kami mengenal Engkau, mengetahui ciptaan Engkau, mengetahui ‘asma-Mu yang agung. Aamiin Allahumma Aamiin.

Tetap melangkah.. meski lelah.. fii sabilillah..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s